ARTIKEL

Daun salam sering digunakan untuk memasak agar makanan menjadi lebih nikmat. Daun salam biasanya sebagai bumbu penyedap bagi masakan dicampurkan pada masakan dalam bentuk kering ataupun masih segar.Dibalik itu, ada manfaat daun salam yang penting untuk kesehatan, yang sayangnya sering diabaikan oleh banyak orang.

Kandungan daun salam:

Antioksidan. Kandungan antioksidan pada daun salam mampu untuk mengobati beberapa penyakit.Rutin, salisilat, asam caffeic, dan fitonutrien. Empat kandungan tersebut diyakini mampu meningkatkan kesehatan jantung, mencegah stroke dan kanker.Flavonoid. Berfungsi untuk membantu menormalkan darah penyakit hipertensi.Asam laurat. Kandungan kimia asam laurat ini dimanfaatkan sebagai obat alami pengusir serangga.Vitamin yang terkandung pada daun salam di antaranya vitamin A dan vitamin C.

Daun salam membantu menyembuhkan beberapa penyakit, ini menjadi berita bagus yang terutama bagi orang yang kurang duka dengan penggunaan obat-obatan kimiawi.Tapi, tentunya tidak semua penyakit bisa diberantas dengan daun salam. Sehingga perlu mengetahui khasiat dari daun salam ini, langsung saja berikut di bawah ini penjelasannya:

#1. Menurunkan dan menyembuhkan kolesterol

Tinggi kolesterol adalah hal yang sangat dikhawatirkan banyak orang, karena bisa memicu banyak penyakit berbahaya lainnya, yang bahkan bisa menyebabkan kematan.Daun salam ternyata manjur untuk membantu menurunkan kolesterol, penggunaan dengan merebus daun salam. Umumnya air rebusan menggunakan 3 gelas air, yang direbus hingga sisa 1 gelas air saja.Adapun Jumlah daun salam yang digunakan sekitar 10 lembar. Minum rebusan daun salam ini 2 kali sehari.

Dilansir dari trubus-online.co.id, periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Anugrah Riansari dan Suhardjono, menguji praklinis daun salam “Syzygium polyanthum” yang menggunakan bahan percobaan berupa 28 tikus wistar jantan.Penelitian itu membagi tikus dalam 4 grup, masing-masing 7 ekor. Riansari memberikan pakan tinggi lemak kepada satwa pengerat selama 15 hari berturut-turut sehingga kadar kolesterol-nya meningkat.

Setelah sepekan pemberian asupan tinggi lemak, kadar kolesterol total semua kelompok (tikus percobaan tersebut) hampir sama, rata-rata 105,98 mg/dL, di atas ambang normal. Kenaikan kolesterol total terjadi pada semua grup, berkisar 35,29 – 36,77 mg/dL.

Mereka memberikan ekstrak daun salam kepada 3 grup yang berdosis masing-masing 0,18 gram, 0,36 gram, dan 0,72 gram per kg bobot tubuh. Hasilnya adalah kadar kolesterol total satwa itu turun, 43,48 mg/dL pada kelompok yang mengonsumsi 0,72 gram.Menurut Riansari  bahwa semakin besar dosis yang digunakan (tetapi tidak berlebihan), semakin besar penurunan kolesterol total.

Menurut Riansani dan Suhardjono, bahwa penurunan kadar kolesterol total karena daun salam memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin.Salah satu kandungan flavonoid yang terdapat pada daun salam adalah quercetin, merupakan antioksidan kuat yang dapat mencegah oksidasi LDL (low density lipoprotein atau lipoprotein berdensitas rendah).LDL atau kolesterol jahat mudah melekat pada pembuluh darah, yang bisa mengakibatkan penumpukan lemak, serta menyumbat pembuluh darah.

Senyawa tanin bermanfaat  sebagai antioksidan, astringen, dan hipokolesterolemi. Tanin bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus, yang menghambat penyerapan lemak. Penkelasan sederhananya, tanin berfungsi untuk menekan penyerapan lemak tubuh.Senyawa saponin berfungsi untuk mengikat kolesterol dengan asam empedu, yang dapat menurunkan kadar kolesterol.

Kandungan serat di dalam daun salam berfungsi untuk menghambat absorbsi kolesterol di usus, sehingga mampu menurunkan kadar kolesterol.Peneliti di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, As’ari Nawawi PhD, membenarkan bahwa kandungan minyak asiri dan tanin di dalam daun salam dapat menurunkan kolesterol.

Pembuktian lainnya, periset lain dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Pidrayanti. Menemukan bahwa zat aktif di dalam daun salam berfungsi merangsang sekresi cairan empedu, yang membuat kolesterol akan keluar bersama cairan empedu menuju usus.

Selain itu, zat aktif tersebut juga merangsang sirkulasi darah, yang dapat mengurangi terjadinya pengendapan lemak di pembuluh darah.Menurut dokter dan herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, kolesterol tinggi biasanya karena konsumsi makanan berlemak tinggi seperti daging, makanan gorengan, dan gula berlebih.Gejala awal berupa pegal di punggung, dan penyakit ini bisa menyebabkan jantung koroner, karena pembuluh darah yang menyempit.

Untuk mencegah kolesterol tinggi, perlu menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Prapti Utami menjelaskan daun salam salah satu pilihan herbal yang baik, untuk pasien berkolesterol tinggiSelain daun salam, obat lain anti-kolesterol lainnya yaitu seledri dan bawang putih, yang terbukti secara ilmiah.

Tidak ada produk untuk ditampilkan pada kategori ini.
Powered By OpenCart
Herbal © 2017 -